Menurut dia, Suahasil sendiri bukan figur asing di Jalan Lapangan Banteng. Pengalamannya memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) hingga bertahun-tahun menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) membuatnya memahami anatomi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), skema subsidi, sistem perpajakan, dan pembiayaan dari dalam.
Namun, latar belakang sebagai orang dalam sistem justru menghadirkan ujian tersendiri, mengingat publik menuntut gebrakan struktural yang melampaui kenyamanan birokrasi.
Achmad menyoroti kepatuhan menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) memang memberikan kepastian bagi pasar, tetapi bukan jaminan mutlak kesehatan anggaran. Angka defisit di level 2,8 hingga 2,9 persen menjadi semu apabila diraih dengan cara memangkas transfer ke daerah, memotong subsidi secara serampangan, menekan kelas menengah, atau memindahkan liabilitasbke luar neraca negara.
Lembaga pemeringkat seperti Fitch dan Moody’s pun menaruh perhatian besar pada konsistensi regulasi, kepastian kebijakan, kelemahan penerimaan, serta potensi risiko kewajiban kontinjensi.