sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi Tahunan Tembus 3,23 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos Amankan Daya Beli

Economics editor Rohman Wibowo
02/11/2026 21:40 WIB
Angka tersebut, dinilai pemerintah masih berada dalam koridor target sasaran pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 plus minus 1 persen.
Inflasi Tahunan Tembus 3,23 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos Amankan Daya Beli. Foto: iNews Media Group.
Inflasi Tahunan Tembus 3,23 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos Amankan Daya Beli. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan laju inflasi tahunan sebesar 3,23 persen pada Oktober 2026 tidak menggerus target pemerintah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang dipatok 6 persen hingga akhir tahun ini.

Angka tersebut, dinilai pemerintah masih berada dalam koridor target sasaran pemerintah dan Bank Indonesia, yakni 2,5 plus minus 1 persen.

"Namun inflasi masih tetap dalam 2,5 plus minus 1 persen, jadi pemerintah tidak khawatir karena yang naik juga terkait dengan penghasilan dari petani, jadi kita biarkan inflasi masih dalam range dengan 2,5 plus minus 1," ujar Airlangga selepas rapat kabinet di Istana Negara, Senin (2/11/2026).

Untuk memastikan harga komoditas pangan pokok tidak terus melonjak, Airlangga memastikan intervensi bantuan pangan berskala masif bagi masyarakat berpendapatan rendah. Penyaluran cadangan pangan tersebut diarahkan langsung untuk meredam gejolak harga beras di tingkat konsumen.

"Kemudian untuk inflasi tentu dengan adanya bantuan beras yang sebesar 30 kg per keluarga, tentu itu bisa membantu menekan inflasi," kata Airlangga.

Di samping menekan harga pangan, strategi penopang pertumbuhan ekonomi difokuskan pada perputaran konsumsi domestik menjelang momentum libur akhir tahun serta penguatan perdagangan luar negeri. Sehingga, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus perlindungan sosial bernilai puluhan triliun rupiah demi mengamankan daya beli masyarakat akar rumput.

"Ya, tentu kita tetap mendorong sektor ekspor-impor, jadi ekspor-impor tetap kita akan dorong. Kemudian daya beli dalam negeri dengan ada program Nataru, ada spesial diskon di sana, dan juga ada program-program bantuan sosial yang senilai dengan angka sekitar Rp30 triliun. Jadi kita gelontorkan bantuan agar daya tahan bisa terjaga," kata Airlangga.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Oktober 2026 sebesar 0,22 persen secara bulanan (month-to-month) dan inflasi tahunan (year-on-year) ke level 3,23 persen. 

Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) tersebut terutama dipicu oleh tekanan harga pada kelompok pangan bergejolak, khususnya komoditas aneka cabai dan sayuran hortikultura.

Tekanan inflasi pada periode ini didominasi oleh kelompok pengeluaran kebutuhan pokok yang permintaannya tetap tinggi di tengah keterbatasan pasokan sentra produksi. Kenaikan harga bumbu dapur dan produk sayuran menjadi kontributor utama yang mengerek indeks pengeluaran rumah tangga.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement