Pada periode yang sama, inflasi di tingkat produsen juga meningkat menjadi 6,3 persen, terutama didorong oleh kenaikan harga energi.
Tekanan inflasi yang masih tinggi tersebut membuka peluang bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Desember 2026 sehingga suku bunga acuan diperkirakan mencapai 4,25 persen.
Persistensi inflasi AS akan membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter pada 2027 semakin terbatas. Meskipun inflasi diperkirakan turun secara bertahap, kenaikan biaya pada produk hilir masih berpotensi menahan laju penurunan harga.
"Dengan melihat persistensi inflasi AS ini, kami juga memperkirakan pada Desember suku bunga acuan The Fed masih akan naik 25 basis poin. Kemudian, pada tahun depan, karena inflasinya turun perlahan, belum ada ruang untuk memangkas suku bunga acuan," tutur Faiz.
(DESI ANGRIANI)