ITP juga tidak hanya ditempatkan pada satu titik akses. BI dan mitra terkait akan memanfaatkan berbagai physical touch points, mulai dari bandara, ekosistem ritel, perusahaan telekomunikasi, hingga lokasi-lokasi wisata dan merchant di kawasan pariwisata.
"Yang paling penting lagi adalah aksesnya tidak tergantung pada satu titik, tetapi di berbagai physical touch points," katanya.
Aida menjelaskan ITP 2026 memiliki tiga fitur utama yang dirangkum dalam konsep Explore, Pay, dan Connect.
Fitur Explore memungkinkan wisatawan memperoleh informasi mengenai destinasi wisata maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah. Sementara fitur Pay memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk mengakses layanan pembayaran digital.
Adapun fitur Connect ditujukan untuk mendukung kebutuhan konektivitas digital wisatawan melalui penyediaan SIM card maupun e-SIM.
Dengan integrasi tersebut, ITP diharapkan dapat membentuk ekosistem yang menghubungkan informasi pariwisata, pembayaran, dan konektivitas digital dalam satu layanan.
"Yang kita harapkan adalah bagaimana mempermudah wisatawan mancanegara untuk datang ke kita, kemudian bisa melakukan spending, melakukan pembelian-pembelian, sehingga spending-nya akan mengalami peningkatan," kata Aida.
BI melihat perluasan konektivitas pembayaran lintas negara penting untuk meningkatkan kemudahan transaksi wisatawan mancanegara sekaligus memperbesar potensi belanja mereka selama berada di Indonesia.