Sementara pada aspek kemandirian, Kadin mempertahankan status non-APBN dengan mengoptimalkan peran pelaksanaan sertifikasi kompetensi, vokasi, serta akses pemanfaatan perwakilan perdagangan luar negeri seperti ITPC dan IIPC untuk diplomasi ekonomi.
Untuk menopang target pertumbuhan tinggi tersebut, Kadin turut menggerakkan mesin diplomasi perdagangan luar negeri dengan memperkuat posisi industri lokal dalam rantai pasok global. Upaya tersebut dirangkum dalam peluncuran dokumentasi strategis pemetaan produk manufaktur domestik yang telah menembus pasar internasional.
"Buku We Buy from Indonesia mencatat delapan puluh jenama global telah memakai komponen kita, dan tantangan berikutnya adalah mendongkrak ekspor bernilai tambah di luar komoditas andalan seperti batubara, sawit, dan baja," kata Anindya.
(Nur Ichsan Yuniarto)