Pupuk kalium humat yang diuji coba ini mengandung unsur hara kalium tinggi yang esensial untuk mendukung proses fotosintesis dan daya tahan tanaman terhadap stres lingkungan. Selain itu, pemanfaatan kalium humat berpotensi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah yang menurun akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus.
Sebelumnya, pengujian produk hilirisasi batu bara ini telah sukses dilakukan di Sumatera Selatan serta beberapa wilayah di Pulau Jawa dengan hasil yang memuaskan dan sesuai target riset.
Dalam pelaksanaan sosialisasi dan edukasi teknis, tim peneliti UGM yang dipimpin oleh Anton Sujarwo dan Nidha Nikmah Chairunnisa turut membagikan panduan praktis pemanfaatan kalium humat kepada para petani. Program ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) yang menerjunkan penyuluh pertanian untuk mengawal proses pendampingan di lapangan.
Melalui program ini, PTBA berharap keberhasilan uji coba di Sawahlunto dapat memicu optimalisasi sektor pertanian lokal serta menjadi bukti nyata kontribusi hilirisasi batu bara dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
(NIA DEVIYANA)