IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk segera merealisasikan pengadaan 35 trainset yang sudah ditugaskan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) sejak 2023.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menjelaskan, KAI mendapatkan PMN sebanyak Rp8,5 triliun pada periode 2023-2026. Rinciannya, KAI menerima PMN Rp3,2 triliun pada 2023 dan ini dialokasikan juga untuk penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Sementara pada 2024, KAI juga kembali menerima PMN sebesar Rp2 triliun. Selanjutnya di 2025, PMN yang dikucurkan untuk KAI mencapai Rp1,8 triliun, dan 2026 sebesar Rp1,5 triliun.
"Kita tentu mengimbau kepada PT KAI, untuk mempercepat pengadaan trainset, dengan rangkaian lebih panjang, sehingga sekali jalan itu kan bisa mengangkut lebih banyak penumpang," ujar Allan saat ditemui di Jakarta, Senin (26/10/2026) malam.
Lebih jauh, Allan menjelaskan, KAI mendapatkan penugasan sebanyak 35 trainset sejak 2023. Sebanyak 11 trainset sudah dilakukan impor dari China, 16 trainset diproduksi PT INKA (Persero) yang mana 7 sudah beroperasi dan 9 masih dalam tahap produksi. Sehingga KAI masih kurang 8 trainset dari target 35 yang ditugaskan sejak 2023.
"Nah 8 ini tentunya kita mendorong agar PT KAI segera mengadakan karena kebutuhan mendesak yang kita ketahui semua di stasiun, di lapangan, bahwa memang kita membutuhkan 8 trainset ini segera melayani masyarakat," kata dia.
Allan mengatakan, saat itu KAI berjanji untuk melakukan pengadaan 35 trainset baru, bukan pengadaan trainset bekas yang masa pakainya sudah puluhan tahun. Sebab, pengadaan kereta baru memiliki masa pakai lebih panjang ketimbang trainset bekas.
Menurutnya, target penyelesaian impor 35 trainset baru itu di 2027 dan sudah dapat melayani kebutuhan masyarakat. Kemenhub memberikan opsi kepada KAI untuk kekurangan 8 trainset sesuai komitmen sejak 2023 itu, bisa dilakukan dengan impor baru maupun memakai produksi INKA.
"Kita berharap dapat direalisasikan dengan segera. Karena yang 35 kan belum semuanya terealisasi. Kita sih mendorongnya supaya pengadaan kereta itu baru," ujarnya.
Berdasarkan proyeksi KAI, jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada 2026 diperkirakan mencapai 375 juta orang, melampaui target awal sebanyak 369 juta penumpang. Hingga September 2026, jumlah penumpang tercatat telah mencapai 271 juta orang.
Proyeksi yang mendekati 600 juta penumpang per tahun pada 2036 menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas layanan secara bertahap. Selain menambah daya angkut, KAI perlu memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem operasional agar pertumbuhan pengguna tidak memperbesar kepadatan di stasiun maupun jaringan kereta.
(Dhera Arizona)