"Saya melihat target kita adalah melipatgandakannya dalam kurun lima tahun, sekaligus memastikan neraca perdagangan menjadi lebih seimbang. Tentu tantangannya cukup banyak, namun target ini tetap realistis untuk dicapai," ungkap Anindya.
Kendati potensi pasar terbentang luas, percepatan realisasi transaksi bilateral dinilai masih menghadapi tantangan teknis yang membutuhkan penyelarasan regulasi perbankan antarkedua negara. Kelancaran konektivitas logistik pelayaran internasional dan sistem kliring pembayaran lintas batas menjadi prasyarat penting agar arus pertukaran barang tidak terhambat.
Anindya menekankan soal penyelesaian kendala teknis pada sistem penyelesaian transaksi dan jalur distribusi menjadi prioritas utama yang harus disepakati bersama. Tanpa adanya kepastian jalur transfer dana dan keterhubungan armada logistik yang efisien, aliran komoditas antarkedua negara sulit diakselerasi secara optimal.
"Salah satu hal paling krusial adalah ketersediaan instrumen keuangan untuk mekanisme pembayaran serta kelancaran sektor logistik. Kedua mekanisme ini sangat penting untuk segera diselesaikan," tutur Anindya. (Febrina Ratna Iskana)