Komite bilateral memastikan pendampingan intensif akan terus diberikan kepada para pelaku usaha kedua negara setelah forum resmi berakhir. Pengawalan berkelanjutan tersebut dinilai penting untuk menjamin arus barang dan jasa antarnegara dapat bertumbuh secara adil tanpa memicu ketimpangan neraca pembayaran.
"Kita berupaya melipatgandakan perdagangan, namun dengan neraca perdagangan yang seimbang. Kita berharap produk-produk Indonesia akan disambut baik di Rusia, sebagaimana kita menyambut produk-produk Rusia di Indonesia," tutur Didit.
Energi dan SDA Motor Penggerak Utama
Anindya menambahkan soal peluang ekspansi komoditas lokal dinilai sangat terbuka lebar pada produk turunan kelapa sawit serta pemanfaatan cadangan bauksit nasional untuk diolah menjadi alumina hingga aluminium untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri Rusia.
Sinergi optimalisasi potensi energi dan sumber daya alam mentah tersebut diyakini menjadi motor utama dalam mengejar pertumbuhan nilai transaksi bilateral.
Peluang integrasi rantai pasok industri berbasis sumber daya alam tersebut diharapkan mampu memuluskan ambisi peningkatan volume transaksi bilateral secara terukur. Kadin optimis target lompatan perdagangan dapat terealisasi seiring tingginya komitmen pelaku usaha dari kedua belah pihak.