Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan bahwa alokasi anggaran Rp1,28 triliun untuk program satu orang satu rekening tidak sekadar ditujukan memacu inklusi finansial, melainkan dipersiapkan sebagai sarana utama penyaluran bantuan pemerintah serta penggerak kegiatan produktif.
Kebijakan kepemilikan rekening perorangan tersebut dirancang menyasar jutaan masyarakat berpenghasilan rendah melalui skema pemberian saldo awal perbankan. Airlangga memaparkan bahwa fasilitas rekening ini menjadi bantalan penting agar distribusi bantuan langsung tunai maupun aktivitas permodalan masyarakat berjalan efektif dan tepat sasaran.
"Setoran awal disiapkan Rp50.000 dan anggarannya Rp1,28 triliun untuk sekitar 25 juta warga desil 1–4 di usia di atas 17 tahun. Ini kami dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan hanya soal pembukaan rekening," kata Airlangga dalam forum rapat koordinasi TPAKD, Kamis.
(kunthi fahmar sandy)