Transformasi administrasi fiskal Indonesia juga dibarengi perbaikan pola interaksi dengan pelaku usaha melalui penerapan kerangka kerja kepatuhan kooperatif.
Kendati pembenahan domestik terus bergulir, keberhasilan implementasi kebijakan ini dinilai tetap membutuhkan keselarasan langkah dan transfer pengetahuan antarnegara. Sinergi multilateral dipandang sebagai fondasi mutlak agar setiap yurisdiksi dapat tumbuh bersama menghadapi tantangan penghindaran pajak global.
"Apa yang kita lakukan di dalam negeri harus didukung oleh kerja sama internasional yang kuat, dan semua upaya ini bergantung pada kesediaan kita untuk membangun jaringan yang terbuka serta inklusif guna peningkatan kapasitas," kata Bimo.
(NIA DEVIYANA)