IDXChannel - Ambisi Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 menghadapi tantangan struktural, mulai dari menyusutnya kelas menengah hingga rendahnya kualitas pekerjaan.
Di tengah bonus demografi yang seharusnya menjadi mesin pertumbuhan, lemahnya daya beli rumah tangga justru berisiko menghambat laju ekonomi nasional.
Analis Mirae Asset Sekuritas Jessica Tasijawa menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19 masih tertahan di kisaran 5 persen, sementara pemulihan konsumsi masyarakat belum sepenuhnya solid.
Padahal, konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dalam riset yang terbit pada 8 Oktober 2026, Jessica mencatat pertumbuhan konsumsi rumah tangga rata-rata masih di bawah 5 persen sejak pandemi, meskipun pemerintah telah mendorong belanja negara pada periode 2024-2026 dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,7 persen, terendah dalam basis data yang digunakan dalam riset tersebut.