Menurut dia, rendahnya tingkat pengangguran belum cukup menggambarkan kondisi riil pasar tenaga kerja Indonesia.
Pasalnya, persoalan struktural masih membayangi, mulai dari dominasi pekerjaan informal hingga menyusutnya jumlah penduduk kelas menengah.
Pekerja informal masih mencakup 57 persen dari total tenaga kerja. Sementara itu, jumlah penduduk kelas menengah turun dari 57,3 juta orang pada 2019 menjadi 46,7 juta orang pada 2025.
Artinya, sekitar 11 juta orang mengalami penurunan status ekonomi dalam enam tahun terakhir.
Ketimpangan juga kembali meningkat. Koefisien Gini Indonesia naik menjadi 0,37 pada 2026 dari 0,36 pada 2025.