sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Anak Muda Sulit Kerja, Kelas Menengah Menyusut: Ancaman Bonus Demografi Indonesia

Economics editor TIM RISET IDX CHANNEL
13/10/2026 12:06 WIB
Di tengah bonus demografi yang seharusnya menjadi mesin pertumbuhan, lemahnya daya beli rumah tangga justru berisiko menghambat laju ekonomi nasional.
Anak Muda Sulit Kerja, Kelas Menengah Menyusut: Ancaman Bonus Demografi Indonesia. (Foto: Magnific)
Anak Muda Sulit Kerja, Kelas Menengah Menyusut: Ancaman Bonus Demografi Indonesia. (Foto: Magnific)

Potensi tersebut berasal dari dua faktor.

Penurunan tingkat fertilitas diperkirakan menyumbang tambahan sekitar 0,6 poin persentase, sedangkan penduduk usia lanjut yang tetap produktif, bekerja lebih lama, dan menunda pensiun berpotensi memberikan tambahan sekitar 1,4 poin persentase.

Namun, peluang tersebut tidak otomatis menjadi kenyataan.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, konsumsi rumah tangga perlu tumbuh setidaknya 7 persen, bahkan jika investasi meningkat sesuai target 12,8 persen secara tahunan dan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB mencapai sasaran 28 persen.

Sektor manufaktur dinilai penting karena merupakan salah satu sektor dengan produktivitas tertinggi di Indonesia.

Meski demikian, peningkatan investasi dan kapasitas produksi perlu diikuti oleh penciptaan lapangan kerja yang berkualitas agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Tanpa perbaikan tersebut, bonus demografi berisiko tidak menghasilkan peningkatan daya beli yang dibutuhkan untuk menopang target pertumbuhan ekonomi maupun ambisi Indonesia Emas 2045.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7
Advertisement
Advertisement