sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dividen Danantara Masih Belum Masuk RAPBN 2027, Ini Penjelasan Suahasil  

Economics editor Anggie Ariesta
08/10/2026 11:39 WIB
Penerimaan dividen dari Danantara belum diperhitungkan dalam postur APBN 2026 maupun RAPBN 2027.
Dividen Danantara Masih Belum Masuk RAPBN 2027, Ini Penjelasan Suahasil  (Foto: iNews Media Group)
Dividen Danantara Masih Belum Masuk RAPBN 2027, Ini Penjelasan Suahasil  (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan, penerimaan dividen dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) belum diperhitungkan dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 maupun rancangan APBN 2027.

Pemerintah hingga kini belum memasukkan potensi penerimaan dividen dari entitas pengelola investasi tersebut dalam kerangka teknokratis penyusunan anggaran negara.

“Saat ini saya bekerja dengan APBN 2026 yang tidak ada dividen Danantara. Saat ini saya juga bekerja mempersiapkan APBN 2027 yang tidak ada dividen Danantara di situ, tidak tercatat,” kata Suahasil di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Meski demikian, Suahasil menilai kontribusi Danantara terhadap perekonomian nasional tidak semata-mata diukur dari besaran dividen yang disetorkan ke kas negara.

Menurut dia, pelaksanaan proyek strategis, program kerja, dan investasi yang dijalankan Danantara justru menjadi bagian penting dalam melihat kontribusi lembaga tersebut terhadap perekonomian dan masyarakat.

“Tetapi dividen yang paling penting dari Danantara bukan hanya soal uang yang tadi ditanyakan. Dividen Danantara yang paling penting adalah pekerjaan Danantara. Apa saja agenda kerja, apa saja proyek yang mau dilakukan, apa saja aktivitas yang didesain dan akan dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat Indonesia,” ujar Suahasil.

Dia menambahkan, pengelolaan portofolio aset dalam skala besar oleh Danantara diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai persoalan struktural ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dampak tersebut, lanjutnya, dapat tercermin dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa, serta terbentuknya kemitraan investasi dengan sektor swasta.

“Danantara yang bekerja dengan aset yang sedemikian besar kemudian membantu menyelesaikan masalah-masalah di tengah masyarakat, menyerap tenaga kerja, membangun produksi barang dan jasa, meng-connect dengan investasi dari pihak swasta dan kemudian mensejahterakan masyarakat Indonesia,” tutur Suahasil.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement