Untuk 2026, pemerintah memperkirakan defisit APBN mencapai sekitar 2,85 persen dari PDB, lebih tinggi dibandingkan target awal 2,7 persen.
Target defisit 2027 ditetapkan sebesar 2,4 persen dari PDB, masih di bawah batas maksimal 3 persen sesuai ketentuan undang-undang.
Dengan belanja negara sekitar Rp4.000 triliun dan nominal PDB sekitar Rp25.000 triliun, Suahasil tetap memandang kebijakan fiskal sebagai instrumen untuk mendukung perekonomian, tetapi dengan pengelolaan yang terukur.
Pertumbuhan penerimaan pajak di atas 22-23 persen disebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih cukup kuat.
Efisiensi Belanja Jadi Kunci
Penyempitan defisit tersebut membuat efisiensi belanja menjadi salah satu tumpuan pemerintah.