IDXChannel - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membidik nilai ekonomi lebih dari Rp30 triliun atau setara USD1,7 miliar dari pengembangan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia.
Danantara ingin menggeser model bisnis dari sekadar menyewakan lahan menjadi penguasaan rantai nilai teknologi yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi ekonomi domestik.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa mengatakan, jika hanya menyewakan lahan untuk pembangunan pusat data berkapasitas 100 megawatt, nilai investasi yang masuk bisa mencapai USD3 miliar-USD4 miliar. Namun, pendapatan yang diperoleh Indonesia diperkirakan hanya sekitar USD100 juta-USD150 juta.
Sebaliknya, keterlibatan dalam pembangunan melalui kemitraan strategis hingga penguasaan teknologi chip dan pengendali berbasis AI berpotensi meningkatkan penerimaan menjadi USD1,5 miliar-USD1,7 miliar.
"Kalau kita hanya menyewakan lahan untuk setiap 100 megawatt data center, investasinya memang USD3 miliar sampai USD4 miliar, tetapi pendapatan kita hanya sekitar USD100 juta sampai USD150 juta. Namun, jika kita ikut membangun lewat kemitraan strategis hingga penguasaan chip dan pengendali berbasis AI, penerimaannya bisa melesat menjadi USD1,5 miliar hingga USD1,7 miliar," ujar Sigit dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (19/10/2026).