Berdasarkan temuan riset tersebut, CISDI bersama Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT), Social Determinants of Health Universitas Indonesia (SDH UI), dan Transdisciplinary Institute mendorong Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, untuk memperkuat kebijakan Cukai Hasil Tembakau (CHT).
Mereka merekomendasikan pembatalan rencana penambahan layer CHT, kenaikan tarif cukai secara signifikan dan berkelanjutan, penyusunan sistem track and trace untuk memperkuat pemberantasan rokok ilegal, serta evaluasi berkala terhadap penerimaan cukai, harga dan keterjangkauan rokok, konsumsi, prevalensi merokok, hingga beban penyakit dan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
(Nadya Kurnia)