Rizal menjelaskan, salah satu faktor yang menopang laba perusahaan adalah margin sebesar 7 persen. Selain itu, Bulog memperoleh penghematan dari penurunan biaya bunga pinjaman yang sebelumnya berada di kisaran 7-8 persen menjadi 3 persen.
Menurut Rizal, skema pembiayaan tersebut mencakup bunga pinjaman sebesar 5 persen, dengan subsidi pemerintah sebesar 2 persen. Dengan skema itu, Bulog hanya menanggung biaya bunga sebesar 3 persen, sehingga beban keuangan perusahaan dapat ditekan.
Lebih lanjut, Rizal menilai perolehan laba tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Bulog. Dia menegaskan, perusahaan belum pernah mencatatkan capaian serupa sepanjang sejarah berdirinya.
"Ini sejarah. Sejarah sepanjang Bulog berdiri," kata Rizal.
(NIA DEVIAYANA)