Salah satu contohnya adalah kebiasaan memotong bahan makanan di lantai, bukan di atas meja yang semestinya digunakan untuk persiapan makanan.
"Ini sederhana tapi ini terjadi, karena tenaga kerjanya adalah berasal dari akamsi, anak kampung sini, ibu-ibu ini, beberapa di antaranya memang tidak terbiasa misalnya nyacah di meja, dia biasa misalnya nyacah di lantai," ujarnya.
Sudaryono menambahkan, sistem pemantauan tersebut tidak hanya menyasar pekerja dapur, tetapi juga kepala dapur, relawan, hingga mitra yayasan yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG.
Melalui integrasi CCTV dan AI, BGN berharap dapat meningkatkan kepatuhan terhadap SOP sekaligus memperbaiki tata kelola pelaksanaan program, termasuk menangani persoalan yang muncul antara mitra yayasan.
"Dengan adanya CCTV kemudian ada pop-up, kemudian kita bisa artinya kita benahi semua ya, ketaatan dari SOP, SOP dari mulai relawannya, SOP dari kepala dapurnya, dari kemudian dari mitra yayasannya, termasuk bagaimana konflik mitra yayasan itu juga kita akomodir," katanya.
(Rahmat Fiansyah)