sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Masif, Operasi Udara Diperkuat

News editor Binti Mufarida
20/10/2026 00:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara masif dan segera.
Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Masif, Operasi Udara Diperkuat. (Foto: Doc IDXC)
Prabowo Perintahkan Penanganan Karhutla Masif, Operasi Udara Diperkuat. (Foto: Doc IDXC)

IDXChannel – Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara masif dan segera. Dia menegaskan, pemerintah tidak boleh menunggu hujan turun untuk mengatasi kebakaran yang terus mengganggu aktivitas masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan, arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa untuk penanganan karhutla ini harus betul-betul masif, ya, penanganannya,” ungkap Dudung.

Sebagai tindak lanjut, Prabowo memerintahkan pengerahan pesawat untuk memperkuat operasi udara dalam penanganan karhutla. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyemaian *dry ice* atau es kering, yang sebelumnya menggunakan pesawat Cassa dan kini diperintahkan untuk menggunakan pesawat Hercules.

“Sehingga tadi dikerahkan juga, diperintahkan kepada Panglima TNI, *dry ice* yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat Cassa, ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules. Artinya ini sudah melakukan operasi udara untuk penanganan karhutla,” kata Dudung.

Selain memperkuat operasi udara, Prabowo meminta pengerahan personel di lapangan ditingkatkan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Dinas Kehutanan, hingga masyarakat.

Dudung menegaskan, seluruh upaya penanganan harus dilakukan secara masif, terukur, dan segera mengingat dampak karhutla sudah sangat mengganggu.

“Kemudian, saya sampaikan juga bahwa perintah Presiden agar lebih masif kembali tentang pengerahan pasukan, petugas, baik TNI, Polri, maupun Dinas Kehutanan, termasuk masyarakat yang dilibatkan,” katanya.

“Nah, ini betul-betul harus secara masif terukur dan dilaksanakan dengan segera. Karena memang ini sudah sangat mengganggu,” papar Dudung.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement