Di sisi penegakan hukum, Dudung mengungkapkan bahwa sejumlah korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus karhutla. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Dia menyebut Kapolri akan menyampaikan perkembangan penanganannya secara langsung.
Dudung juga meminta masyarakat memahami tantangan dalam penanganan karhutla, terutama di lahan gambut yang membutuhkan upaya pemadaman lebih kompleks.
“Saya selaku Menkopolhukam tentunya menghimbau kepada masyarakat, kami sudah berupaya semaksimal mungkin, ya. Tidak mudah penanganan situasi terutama masalah karhutla, karena terutama lahan gambut yang tidak semudah itu kita lakukan. Dan, ini kita percayakan kepada kita semua,” katanya.
Dia sekaligus menepis anggapan bahwa pemerintah tidak melakukan upaya maksimal dalam menangani karhutla. Dudung meminta dukungan masyarakat agar operasi yang melibatkan personel TNI, Polri, dan berbagai unsur lainnya dapat segera menuntaskan kebakaran.
“Ya, jangan kemudian termakan dengan isu-isu yang seakan-akan kami tidak berbuat. Kami sudah semaksimal mungkin, prajurit-prajurit TNI, Polri dan sebagainya yang terlibat ini secara masif, dan mohon doanya semoga ini tuntas,” tegas Dudung.
Dudung menambahkan, Prabowo secara khusus meminta agar penanganan karhutla tidak bergantung pada turunnya hujan. Presiden menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk segera bertindak dan bekerja keras hingga kebakaran dapat dituntaskan.
“Jadi Bapak Presiden juga menyampaikan jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat. Beliau keras sekali tadi menyampaikan pada kami untuk penanganan ini betul-betul dilaksanakan dengan kerja keras,” pungkasnya.
(Shifa Nurhaliza Putri)