Rapat tersebut membahas sejumlah agenda, mulai dari penguatan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional, peningkatan penerimaan negara, hingga ketahanan energi di tengah ketidakpastian global. Pertemuan itu juga menyinggung persoalan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah.
Dia menambahkan, penguatan hilirisasi dan transisi energi membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk dari DPR, Danantara, badan usaha milik negara (BUMN), kepolisian, dan Pertamina.
Menurut Bahlil, sinergi tersebut diperlukan agar agenda penciptaan nilai tambah, peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta penguatan devisa dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional.
(NIA DEVIYANA)