IDXChannel - Para ahli kebijakan energi menyatakan keraguan bahwa peningkatan pasokan solar dari Rusia akan berdampak signifikan pada harga minyak, baik di Amerika Serikat (AS) maupun secara global.
Dilansir dari AP pada Minggu (11/10/2026), Rusia baru-baru ini sepakat untuk memasok solar ke AS dan pasar global. Jumlahnya dapat mencapai hingga 4,8 juta ton.
“Ini seperti memindahkan kursi saat Titanic tenggelam (Tindakan yang tidak banyak mengubah keadaan),” kata Peneliti Energy Policy Research Foundation Michael Lynch.
“Jika kita mendapatkan solar dari Rusia, pada dasarnya itu berarti pelanggan mereka yang sudah ada tidak lagi mendapatkannya dan mereka harus pergi mencari solar ke tempat lain, dan itu akan mempertahankan harga di level yang sama seperti sekarang,” kata Lynch.
Gedung Putih berharap kesepakatan pembelian solar dari Rusia dapat menurunkan harga eceran bagi pengemudi truk, peternak, dan petani AS. Namun, harapan itu belum tentu terwujud.
“Skenario terbaik adalah harga turun tipis secara lokal di tempat-tempat seperti New York, New Jersey, mungkin Philadelphia,” kata Lynch.
“Karena minyak hanya dipindah-pindah, ini tidak akan benar-benar mengubah harga secara nasional atau global," katanya.
Jika Rusia, yang pada Juli melarang ekspor solar karena penurunan kapasitas produksi akibat serangan drone Ukraina terhadap kilang minyaknya, sekarang yakin dapat mencabut larangan, maka itu mungkin akan membantu menstabilkan harga solar global, kata Peneliti senior Columbia Center on Global Energy Policy Daniel Sternoff.
Namun, harga kemungkinan akan tetap tinggi secara keseluruhan karena banyak kapasitas penyulingan di Timur Tengah tidak tersedia untuk pasar dunia karena gangguan di Selat Hormuz akibat perang AS-Iran yang sedang berlangsung.
“Produk olahan seperti solar masih hanya setengah dari tingkat sebelum perang,” kata Sternoff.
“Jadi, bahkan jika ada tindak lanjut dari Rusia untuk memasukkan solar tambahan ke pasar dunia, itu mungkin akan sedikit menurunkan harga, tetapi tidak akan secara substansial menurunkannya," katanya.
Meskipun tidak akan banyak berdampak pada harga bagi konsumen solar di AS, hal ini akan menguntungkan Rusia, menurut Ahli Strategi Energi Center for Strategic and International Studie Clayton Seigle.
“Saya rasa ini tidak akan cukup untuk menurunkan harga secara signifikan di Amerika Serikat atau Eropa, tetapi ini tentu saja membebaskan Moskow dari tekanan pendapatan,” kata Seigle. (Wahyu Dwi Anggoro)