Sebagai gambaran awal kinerja rantai distribusi pedesaan ini, proyek percontohan yang telah beroperasi di kawasan Jawa Timur sejak pertengahan tahun tercatat mulai membukukan perputaran dana.
"Per Mei 2026 seperti di Jawa Timur ada 1.081 koperasi seperti yang diresmikan Presiden. Sekarang transaksi hari ini Rp31 miliar dari 1.081 kopdes," ujar Joao.
Untuk mengelola puluhan ribu unit gerai tersebut, para manajer diikat dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) berdurasi dua tahun di bawah bendera Agrinas Pangan Nusantara. Pemerintah menetapkan skema penghasilan terpadu yang memperhitungkan letak geografis wilayah penugasan serta beban target pengembangan ekonomi desa.
"Statusnya tetap sebagai pegawai kontrak waktu tertentu selama dua tahun di bawah BUMN Agrinas Pangan dengan pendapatan antara Rp6,8 juta sampai Rp8,3 juta sesuai UMK daerah. Angka itu sudah merangkum semuanya karena tanggung jawabnya berat," ucap Zulhas.
Dari sisi pasokan barang, Badan Pengelola BUMN atau Danantara telah menginstruksikan korporasi pelat merah meneken kerja sama distribusi, mengingat gerai desa ini dirancang bukan sebagai supermarket komersial, melainkan instrumen logistik penyalur program bantuan dan subsidi negara.