IDXChannel - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mempercepat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Akselerasi tersebut digulirkan melalui optimalisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta penguatan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan, khususnya BTN sebagai motor utama pembiayaan perumahan nasional, mutlak diperlukan.
Terlebih lagi, sektor pembiayaan memegang peranan strategis dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Kehadiran berbagai terobosan yang dirancang BTN dinilai menjadi katalis positif untuk memacu realisasi target perumahan nasional, sekaligus memperluas jangkauan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) serta pelaku usaha di industri perumahan.
"BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (3/11/2026).
Maruarar turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata BTN dalam menyokong berbagai inisiatif Kementerian PKP, terutama dalam hal penyaluran KPR bersubsidi FLPP serta pelaksanaan KUR Perumahan.
"Saya berterima kasih atas capaian-capaian yang telah dilakukan BTN dalam mendukung Kementerian PKP terkait program perumahan, khususnya rumah subsidi FLPP dan KUR Perumahan," katanya.
Berdasarkan data Kementerian PKP, penyerapan program rumah subsidi saat ini telah menembus kisaran 64 persen dari target yang ditetapkan. Merujuk laporan resmi yang dihimpun, realisasi penyaluran rumah bersubsidi secara keseluruhan kini telah melampaui 167 ribu unit atau setara dengan 56,03 persen dari target.
Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu memaparkan sejumlah inovasi yang tengah dikembangkan perseroan guna memperluas akses pembiayaan hunian. Salah satu skema yang mulai diuji coba adalah program percontohan fasilitas pembiayaan tambahan di wilayah Bogor.
Melalui skema ini, pengembang diwajibkan menuntaskan pembangunan fisik rumah terlebih dahulu, sebelum kemudian BTN menyalurkan fasilitas pembiayaan tambahan maksimal 30 persen untuk melengkapi kebutuhan rumah agar benar-benar siap dihuni.
"Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas keterhunian rumah subsidi, sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh hunian yang lebih layak tanpa harus beralih ke pembiayaan lain dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi," ujar Nixon.
Di samping itu, kata dia, bank pelat merah ini juga tengah mematangkan pengembangan program pemanfaatan kembali rumah melalui perumusan payung regulasi yang diperlukan.
Program ini dirancang untuk merevitalisasi rumah-rumah lama yang tidak lagi berpenghuni, termasuk hunian yang terbengkalai sejak masa pandemi Covid-19, lewat renovasi dan peningkatan kelayakan bangunan.
Melalui langkah tersebut, unit rumah yang sebelumnya tidak produktif dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat. Skema ini juga diharapkan mampu mendongkrak pasokan hunian siap huni di pasar sekaligus menggairahkan kembali angka permintaan terhadap rumah.
Mengenai proyek pengembangan rumah susun subsidi di kawasan Manggarai, Nixon mengabarkan bahwa animo masyarakat sangat tinggi dengan jumlah pendaftar yang telah mencapai sekitar 1.500 orang.
Saat ini, tahapan pengembangan masih menanti penyelesaian izin yang sedang diproses oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), sehingga tahapan selanjutnya, termasuk pelaksanaan akad, dapat segera digelar begitu seluruh persyaratan legalitas terpenuhi.
Untuk memperluas penetrasi pasar, BTN juga gencar menjalin kolaborasi penyediaan hunian bagi kelompok masyarakat pekerja melalui komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan, seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah.
Salah satu fokus pembahasan konkretnya adalah penyediaan rumah bagi jajaran pegawai serta tenaga pendidik yang mengabdi di lingkungan yayasan Muhammadiyah.
(Dhera Arizona)