Karenanya, Agus yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) tersebut mengaku sepakat tentang pentingnya kinerja bersama dan kolaboratif antara pemerintah daerah, regulator wilayah, dan para Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) di tingkat daerah.
Dalam hal ini, Agus pun menyatakan bahwa langkah kolaboratif tersebut merupakan salah satu strategi andalan Bank Jakarta dalam memaksimalkan capaian literasi dan inklusi keuangan di lingkup masyarakat DKI Jakarta.
Misalnya saja, Bank Jakarta mampu memaksimalkan kontribusinya dalam gelaran Jakarta Financial Festival 2026, dengan tercatat sebagai PUJK teraktif dalam mendorong literasi keuangan, yang selanjutnya diganjar lewat Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0.
Menurut Agus, langkah maksimalisasi peran Bank Jakarta tersebut tak lepas dari keyakinan bahwa tingkat literasi keuangan yang baik bakal mendorong masyarakat untuk lebih mampu dalam mengambil keputusan finansial secara lebih bijak.
Sedangkan, pada saat yang sama dan saling keterkaitan, Agus menyatakan bahwa inklusi keuangan yang berkualitas juga dapat diandalkan dalam membuka peluang ekonomi yang lebih luas.