Sedangkan total dana pihak ketiga (DPK) Bank tercatat sebesar Rp273,7 triliun, terutama didukung oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 4,4 persen Y-o-Y menjadi Rp197,0 triliun.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut turut mendorong peningkatan rasio CASA menjadi 72,0 persen. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam memperkuat loyalitas nasabah serta terus meningkatkan pengalaman layanan perbankan digital yang semakin mudah dan nyaman.
Jumlah kredit/pembiayaan naik 6,7 persenY-o-Y, didorong oleh kinerja yang baik dari beberapa segmen utama. Perbankan Korporasi mencapai pertumbuhan tertinggi, naik 15,1 persen Y-o-Y), sementara Perbankan Komersial, naik 6,4 persen Y-o-Y) dan Usaha Menengah dan Kecil atau naik 1,9 persen Y-o-Y) mengalami pertumbuhan yang stabil, serta penyaluran kredit Perbankan Konsumer relatif terjaga.
Sementara itu, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar di Indonesia. Per 30 September 2026, total pembiayaan mencapai Rp49,4 triliun dan DPK tercatat sebesar Rp52,5 triliun.
Pertumbuhan pembiayaan didukung langkah strategis dalam mengoptimalkan komposisi portofolio, dengan meningkatkan fokus pada segmen bisnis yang memberikan imbal hasil lebih baik guna memperkuat profitabilitas dan mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.