Di sisi lain, pertumbuhan DPK pada September 2026 tercatat sebesar 8,22 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit. BI menilai, penghimpunan dana perbankan masih perlu terus didorong untuk menopang ekspansi kredit.
BI memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 berada dalam kisaran 8 persen hingga 12 persen.
"Potensi kenaikan kredit masih tinggi sejalan masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang tercatat Rp2.562,57 triliun atau 21,70 persen dari plafon kredit yang tersedia," tutur Destry.
Dari sisi ketahanan, perbankan nasional masih memiliki permodalan yang kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 24,10 persen pada Agustus 2026.
Kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) secara agregat berada di level 2,11 persen secara bruto dan 0,84 persen secara neto pada Agustus 2026.