sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Jaga Rupiah dan Likuiditas, BI Borong SBN Rp135 Triliun hingga Oktober 2026

Banking editor Rohman Wibowo
23/10/2026 18:36 WIB
BI membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder senilai sekitar Rp135 triliun hingga Oktober 2026.
Jaga Rupiah dan Likuiditas, BI Borong SBN Rp135 Triliun hingga Oktober 2026 (Foto: iNews Media Group)
Jaga Rupiah dan Likuiditas, BI Borong SBN Rp135 Triliun hingga Oktober 2026 (Foto: iNews Media Group)

"Ketika terjadi outflow yang kencang dan banyak penjualan SBN oleh investor asing, second round-nya adalah ke nilai tukar. Jadi kita dimungkinkan melakukan pembelian SBN untuk men-defense nilai tukar," kata Erwin.

Kedua, pembelian SBN dilakukan untuk menambah likuiditas di pasar uang apabila diperlukan. Melalui transaksi di pasar sekunder, BI dapat menyesuaikan ketersediaan dana di sistem keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi perekonomian.

Erwin menjelaskan, pembelian SBN dapat menjadi instrumen untuk menyuntikkan likuiditas ke pasar. Sebaliknya, BI juga dapat menjual SBN untuk menyerap likuiditas yang berlebih.

"Konteks kedua adalah dalam rangka kita meng-inject liquidity di pasar sekunder jika menurut hitung-hitungan BI memang perlu ditambah. Sebaliknya juga begitu, ketika kita jual, itu dimungkinkan untuk mengkontraksi liquidity," ujarnya.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement