Adapun outstanding produk kredit digital Bank Raya lainnya, seperti Pinang Maksima yang ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha nasabah Bank Raya, tercatat mencapai Rp1 triliun atau tumbuh 47,8 persen (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa Bank Raya secara aktif menyalurkan kredit kepada masyarakat untuk mendukung kebutuhan finansial dan pertumbuhan usaha mereka.
Kualitas Terus Terjaga untuk Dukung Fundamental Bisnis yang Solid
Di tengah pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, Bank Raya terus menjaga fundamental keuangan yang sehat. Pada Kuartal III-2026 Bank Raya berhasil menekan NPL Gross menjadi sebesar 2,53 persen turun sebesar 203 bps (yoy) dan NPL Net sebesar 0,41 persen turun sebesar 131 bps (yoy).
Perbaikan dari sisi profitabilitas juga ditunjukkan dari rasio Net Interest Margin (NIM) yang meningkat sebesar 83 bps (yoy) menjadi 5,83 persen. Peningkatan NIM menunjukkan semakin optimalnya pengelolaan aset produktif dan sumber pendanaan dalam mendukung kinerja intermediasi Bank Raya.
Dari sisi likuiditas, tercatat terus terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Raya tercatat sebesar 78,65 persen, dan rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 707,4 persen, serta Rasio NSFR (Net Stable Funding Ratio) sebesar 167,59 persen di atas ketentuan minimum 100 persen yang mencerminkan kondisi likuiditas bank terjaga dengan baik.
Bank Raya juga memiliki fundamental permodalan yang kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 42,35 persen, di atas ketentuan minimum regulator. Posisi permodalan tersebut memberikan ruang yang memadai bagi Bank Raya untuk mengembangkan bisnis, memperkuat kapasitas penyaluran kredit, serta mengantisipasi berbagai risiko yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha.