Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia menyampaikan, pencapaian kinerja Bank Raya pada Kuartal III-2026 merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat bisnis digital, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian.
“Kami terus mengoptimalkan Aplikasi Raya sebagai kanal utama layanan perbankan digital yang dapat memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi nasabah. Ke depan, Bank Raya akan terus memperkuat inovasi dan memperluas akses keuangan digital guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Dari sisi penyaluran kredit, Bank Raya terus memperkuat pembiayaan melalui ekosistem digital dengan penyaluran kredit digital mencapai Rp24,73 triliun atau meningkat 20 persen (yoy). Sementara itu, outstanding kredit digital tercatat sebesar Rp3,04 triliun atau tumbuh 11,3 persen (yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh pengembangan solusi pembiayaan digital yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah serta optimalisasi ekosistem bisnis untuk memperluas akses pembiayaan secara lebih mudah dan efisien.
Dalam pengembangan bisnisnya, sebagai wujud optimalisasi sinergi di ekosistem BRI Group, Bank Raya menerapkan strategi eksploitasi, sedangkan untuk perluasan bisnis pada pasar dan ekosistem baru Bank Raya menerapkan strategi eksplorasi. Bank Raya terus mendorong perluasan kredit digital sebagai penopang bisnis berkelanjutan.
Pinang Dana Talangan sebagai salah satu champion product Bank Raya yang ditujukan untuk mendukung produktivitas bisnis keagenan sampai dengan Kuartal III-2026 ini berhasil mencatatkan penyaluran sebanyak Rp22,01 triliun atau tumbuh 25,3 persen (yoy) kepada lebih dari 72 ribu agen BRILink dan Agen Gadai. Di kuartal III-2026, outstanding Pinang Dana Talangan tercatat mencapai Rp1,2 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 32,3 persen (yoy).