Tahap berikutnya dilanjutkan dengan memasukkan instrumen PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, yang mencatatkan lelang repo perdana sebesar Rp60 miliar pada 28 September 2026.
Kebijakan ini terbukti efektif menggairahkan pasar sekunder. Volume transaksi harian surat berharga PT SMF melonjak dari rata-rata Rp31,9 miliar per hari pada Oktober 2025 menjadi Rp179,9 miliar per hari pada akhir Agustus 2026.
Di saat yang sama, porsi kepemilikan perbankan atas obligasi PT SMF tumbuh 18 persen, naik dari Rp8,69 triliun menjadi Rp10,22 triliun.
Ke depan, BI akan terus mengintensifkan sinergi dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan pemangku kepentingan terkait guna mengoptimalkan fleksibilitas likuiditas perbankan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
(Dhera Arizona)