Peresmian perluasan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi, Ketua Umum Apuvindo Ari Rizaldi, serta perwakilan perbankan dan lembaga keuangan nasional.
Mendukung langkah bank sentral, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi serta memperkuat kepercayaan para pemodal.
“Kami di Kementerian Keuangan, bersama LPS dan Danantara selaku sovereign wealth fund, akan terus menjaga perekonomian Indonesia dan membangun kredibilitas kebijakan bagi seluruh investor, di manapun mereka berada," ujar Suahasil.
Penerapan underlying baru ini dilakukan secara bertahap. Terhitung sejak diluncurkan pada 10 November 2025 hingga 30 September 2026, total transaksi repo operasi moneter berbasis obligasi dan sukuk PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menembus Rp1,25 triliun.