Defisit perdagangan barang Uni Eropa dengan China mencapai 360,6 miliar euro tahun lalu. Angkanya melebar sebesar sembilan persen dalam enam bulan pertama tahun ini.
Uni Eropa mengatakan bahwa lonjakan ekspor China, termasuk bahan kimia, baterai, dan kendaraan, dipicu oleh masalah kelebihan kapasitas di Negeri Tirai Bambu tersebut. Beijing menolak kritik tersebut dan menuduh Brussel bersikap proteksionis. (Wahyu Dwi Anggoro)