"Kami menghadapi sejumlah tantangan pada jangka pendek, termasuk masalah suplai manufaktur, krisis memori yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan penurunan permintaan PC yang diakibatkan krisis tersebut," kata CEO Intel Lip Bu Tan.
Prospek suram ini berdampak luas di sektor chip. Saham Nvidia, Broadcom, AMD, Micron, Qualcomm, dan Arm Holdings yang terdaftar di bursa AS turun antara 1 persen hingga 6 persen dalam perdagangan setelah jam tutup bursa.
Intel memperkirakan permintaan PC akan tetap lesu setidaknya hingga paruh pertama tahun depan, terutama karena krisis chip memori yang tak kunjung reda.
Sebelum rilis laporan keuangan terbaru, saham Intel naik lebih dari 130 persen tahun ini, didorong pertumbuhan yang kuat dari sektor kecerdasan buatan (AI). (Wahyu Dwi Anggoro)