sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham Apple Turun Meski Laba dan Pendapatan Lampaui Ekspektasi

Technology editor Wahyu Dwi Anggoro
03/11/2026 09:45 WIB
Saham Apple turun dalam perdagangan setelah jam kerja meski melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi.
Saham Apple Turun Meski Laba dan Pendapatan Lampaui Ekspektasi. (Foto: AP)
Saham Apple Turun Meski Laba dan Pendapatan Lampaui Ekspektasi. (Foto: AP)

IDXChannel - Saham Apple turun dalam perdagangan setelah jam kerja meski melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi, baik dari sisi pendapatan maupun laba. 

Pada kuartal IV-2026 perusahaan yang dimulai pada 28 Juni dan berakhir pada 26 September, Apple mencatatkan laba sebesar USD2,10 per saham dengan pendapatan mencapai USD114,48 miliar (Rp2.077 triliun).

Angka-angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan analis, yang memprediksi laba sebesar USD1,99 per saham dengan pendapatan USD113,38 miliar.

Meski demikian, saham perusahaan justru turun akibat kekhawatiran mengenai melambatnya pertumbuhan pendapatan dari sektor Layanan (Services) serta melonjaknya biaya memori. 

Dilansir dari Investing pada Selasa (3/11/2026), saham Apple sempat terkoreksi hingga 3 persen dalam perdagangan setelah jam bursa, tepat saat perusahaan mengadakan panggilan konferensi pasca-pengumuman kinerja keuangan.

Laporan kuartalan ini merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan John Ternus, yang mengambil alih posisi CEO dari Tim Cook pada September lalu. 

Laporan ini juga dirilis setelah peluncuran iPhone Duo, ponsel lipat pertama dari Apple yang menandai perombakan desain terbesar pada produk unggulan perusahaan tersebut sejak 2007.

Namun, peluncuran iPhone Duo diwarnai oleh kendala pasokan yang kian parah. Apple memperingatkan bahwa masalah ini kemungkinan belum akan mereda dalam waktu dekat, terutama akibat lonjakan biaya input, khususnya pada komponen memori.

"Situasi harga memori saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk kuartal Desember, kami memperkirakan biaya memori akan semakin tinggi, meskipun dampaknya akan sedikit diredam oleh beberapa faktor," ujar Ternus. 

Selain tantangan terkait biaya memori, Apple juga menghadapi perlambatan pada segmen terbesar kedua mereka, yaitu sektor Layanan—yang mencakup langganan daring seperti iCloud dan Apple Music, serta komisi yang diperoleh dari App Store.  

Pendapatan dari itu pada kuartal lalu meningkat 9,8 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi USD31,57 miliar, lebih lambat dibandingkan kenaikan 12,1% yang tercatat pada kuartal ketiga.

Sementara itu, pendapatan dari iPhone—yang sejauh ini merupakan kontributor terbesar bagi Apple—melonjak 17,5 persen menjadi USD57,58 miliar. Pencapaian ini menandai pertumbuhan penjualan dua digit selama empat kuartal berturut-turut, sekaligus menegaskan kebangkitan bisnis inti perusahaan yang berbasis di Cupertino, California tersebut. 

Pendapatan dari iPhone akan mendapat perhatian lebih cermat pada kuartal mendatang menyusul peluncuran iPhone Duo. Apple mulai mendistribusikan ponsel lipat tersebut menjelang akhir Oktober, dengan pelanggan di seluruh dunia berebut untuk mendapatkan unit di tengah persediaan yang terbatas. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement