IDXChannel—Kepulauan Mentawai dan pesisir Sumatera Barat berada di salah satu kawasan tektonik paling aktif di Indonesia. Pergerakan Lempeng India-Australia yang terus menunjam terhadap Lempeng Sunda membuat kawasan tersebut mengalami deformasi dan menyimpan energi tektonik dalam jangka panjang.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, menjelaskan temuan dalam paper Ongky Anggara dkk. (2026) yang menggunakan pengamatan Global Navigation Satellite System (GNSS) 2018-2021 untuk melihat deformasi kerak bumi di Sumatera bagian tengah, termasuk Mentawai dan sekitarnya.
Penelitian tersebut menggunakan data dari 35 stasiun GNSS, termasuk 11 stasiun di Kepulauan Mentawai dan 14 stasiun di sekitar Zona Sesar Sumatera.
“Dalam bahasa sederhana, kerak bumi di kawasan tersebut tidak sedang ‘diam’; pengukuran geodesi menunjukkan bahwa proses tektonik masih terus bekerja dan tegangan terus berkembang,” kata Daryono yang juga Dosen Magister Manajemen Bencana SPPB Universitas Indonesia (UI) dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Hasil penelitian menunjukkan pola deformasi Sumatera bagian tengah didominasi oleh pemendekan atau kompresi kerak bumi akibat interaksi lempeng di zona subduksi. Bagian utara Pulau Siberut menunjukkan deformasi yang relatif kuat, sementara maximum shear strain yang tinggi ditemukan di utara Siberut dan kawasan Padang.