sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gempa Kolombia M7,4 jadi Pelajaran Penting Indonesia, Ini Catatan Sejarahnya

News editor Binti Mufarida
11/08/2026 11:15 WIB
Rangkaian peristiwa gempa merusak di Kolombia memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia, yang memiliki karakteristik subduksi lempeng serupa.
Gempa Kolombia M7,4 jadi Pelajaran Penting Indonesia, Ini Catatan Sejarahnya. (Foto: UN News)
Gempa Kolombia M7,4 jadi Pelajaran Penting Indonesia, Ini Catatan Sejarahnya. (Foto: UN News)

IDXChannel—Guncangan hebat akibat gempa besar di Kolombia berkekuatan M7,4 memberikan pemahaman dan gambaran komprehensif mengenai mekanisme seismotektonik lempeng penunjam serta dampaknya terhadap kegagalan struktur di kawasan perkotaan. 

Secara parametrik, gempa bumi ini tercatat memiliki magnitudo M7,4 dengan episenter yang berlokasi di koordinat 4.844°Lintang Utara dan 76.242° Bujur Barat, tepatnya 5 km di sebelah selatan San José del Palmar, Kolombia, pada tanggal 10 Agustus 2026 pukul 19:34:28 WIB. Hiposenter gempa berada pada kedalaman menengah (intermediate-depth), yaitu 110,3 km di dalam kerak bumi.

"Gempa bumi ini merupakan manifestasi langsung dari dinamika deformasi internal pada sistem subduksi aktif sepanjang Palung Peru-Chili, di mana Lempeng Samudra Nazca menunjam secara aktif ke bawah Lempeng Benua Amerika Selatan," ungkap Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2026).

Daryono mengatakan pelepasan energi (stress release) tidak terjadi di bidang kontak antarlempeng (interplate interface-megathrust), melainkan dipicu oleh deformasi internal, akumulasi regangan mekanis, serta patahan di dalam bagian slab litosfer samudra yang sedang menunjam tersebut. 

Sebagai gempa dalam-lempeng (intraslab earthquake), peristiwa ini memiliki perilaku perambatan gelombang seismik (ground motion) yang sangat khas. 

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement