Lebih lanjut, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama industri halal. Sebagaimana diketahui, kunjungan DPM Ahmad Zahid ke Indonesia merupakan tindak lanjut undangan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menghadiri The 5th Summit of Halal 20 (H20).
DPM Ahmad Zahid menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki peluang besar untuk bersama-sama memperluas pasar produk halal, baik di kedua negara maupun ke pasar global.
Salah satu langkah yang dibahas adalah penguatan saling pengakuan terhadap produk halal kedua negara untuk mempermudah akses pasar produk Indonesia di Malaysia maupun produk Malaysia di Indonesia.
“Paling penting karena produk halal ini, di market, kebutuhan di dunia bernilai 1,3 trillion US Dollar. Besar. Dan tentunya, Indonesia dan Malaysia mempunyai market share untuk kita menawarkan produk-produk halal ke seluruh dunia,” katanya.
Merespons peluang tersebut, Wapres pun mendorong agar kerja sama halal Indonesia dan Malaysia segera diperluas dari kerja sama bilateral menuju penguatan ekosistem halal di tingkat ASEAN.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kepala BPJPH Ahmad Haikal bahwa Wapres memberikan dukungan terhadap percepatan pembentukan ASEAN Halal Council sebagai langkah memperkuat kerja sama halal di kawasan.
“Mas Wapres sangat mendukung dan meminta segera dilakukan percepatan menuju ASEAN Halal Council. Karena ketika ASEAN Halal Council terwujud, ini sudah naik kelas halal,” kata Haikal.