Selain persoalan tumpang tindih peruntukan, Saleh menyoroti kondisi lahan pertanian rakyat yang cenderung kecil dan terpencar. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan petani dalam mengelola lahan secara efisien, terlebih jika tidak didukung ketersediaan air dan penataan kawasan yang baik.
Dia mencontohkan kondisi lahan pertanian yang ditemuinya saat berkunjung ke Magelang. Di wilayah tersebut, terdapat petani yang hanya mengelola lahan sekitar 3.000 meter persegi, sementara petani lainnya memiliki lahan hingga 2 hektare. Namun, lahan-lahan tersebut tidak memiliki akses air dan belum tertata dalam satu kawasan.
"Penataan perkebunan rakyat harus tertata dengan baik karena berkaitan dengan aspek-aspek ekosistem lainnya, air misalnya. Itu yang paling penting," ungkapnya. (Wahyu Dwi Anggoro)