Di tengah besarnya potensi tersebut, ekspor bambu global masih didominasi China dengan pangsa 74,8 persen, disusul Vietnam sebesar 3,2 persen. Sementara itu, Indonesia berada di posisi 12 besar dunia dengan pangsa pasar sebesar 0,9 persen.
Kondisi tersebut memperlihatkan terbukanya ruang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri bambu nasional. Kemenperin juga mendorong pembentukan Pusat Logistik Industri Bambu di sejumlah sentra bahan baku.
Pusat logistik tersebut nantinya berfungsi untuk mengumpulkan, mengolah, mengawetkan, hingga mendistribusikan bambu yang telah memenuhi standar dan siap digunakan oleh industri.
Selain itu, untuk menopang penguatan industri bambu diperlukan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten untuk memperkuat penjaminan mutu bahan baku bambu di pusat logistik.
(Birru Aisyah)