IDXChannel—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pengembangan industri bambu nasional dari sisi hulu untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dilakukan melalui program Akademi Komunitas Bambu (AKB) 2026 yang diselenggarakan di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Bali.
Program ini diarahkan untuk mengelola potensi sumber daya alam dan meningkatkan kemampuan pelaku industri dalam membangun sistem rantai pasok hingga pengolahan. Perkembangan industri bambu meningkat seiring pertumbuhan kebutuhan terhadap material.
“Potensi pasar global tersebut menjadi peluang yang perlu kita manfaatkan untuk meningkatkan peran Indonesia dalam rantai pasok industri bambu dunia. Indonesia memiliki sumber daya bambu yang melimpah dan beragam sehingga perlu diperkuat dengan pengembangan industri serta rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ujar Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, pada Kamis (01/10/2026).
Berdasarkan data yang dirilis Kemenperin, pasar produk berbasis bambu dunia diproyeksikan meningkat pada 2034, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 4,8 persen selama periode tersebut. Kawasan Asia-Pasifik menjadi pasar terbesar yang menguasai pangsa sebesar 56,2 persen.