"Yang ketiga, perbandingan awal musim hujan. Awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur, yaitu di 529 Zona Musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia," katanya.
Kondisi tersebut terjadi di tengah fenomena El Nino yang masih kuat. BMKG mencatat anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik pada periode Juli-September 2026 mencapai +2,63 dan kondisi El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027.
"Yang pertama, anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik pada periode Juli, Agustus, September 2026 menunjukkan nilai sebesar +2,63, yang dapat diartikan bahwa ENSO berada pada fase El Nino sangat kuat. Kondisi ENSO diprediksi akan bertahan pada fase El Nino hingga awal tahun 2027," kata Faisal.
Meski musim hujan datang bertahap dan cenderung terlambat, BMKG memprediksi akumulasi curah hujan pada sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori normal.
"Yang keempat, yaitu terkait dengan sifat musim hujan. Akumulasi curah hujan pada periode musim hujan di sebagian besar Indonesia, atau 510 Zona Musim (sama dengan 69,76 persen luas daratan Indonesia), diprediksi berada pada kategori normal atau mendekati kondisi rata-rata klimatologisnya," kata dia.
BMKG juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026, Januari 2027, hingga Februari 2027.
"Yang kelima adalah puncak musim hujan. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2026, yaitu di 155 Zona Musim atau 36,94 persen luas daratan Indonesia.