Arif menjelaskan bahwa pengembangan vaksin malaria di Indonesia penting karena terdapat jenis parasit yang karakteristiknya berbeda, salah satunya plasmodium vivax. Menurutnya, vaksin untuk jenis parasit tersebut hingga kini belum tersedia di dunia.
“Karena beberapa parasit yang ada di Indonesia ini memang agak berbeda, seperti Plasmodium vivax itu memang saat ini vaksinnya belum ada. Jadi kalau kita bisa produksi di Indonesia, ini bisa menjadi salah satu kontribusi Indonesia untuk dunia,” kata dia.
Arif menambahkan, pengembangan vaksin malaria tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dunia.
“Jadi Bapak Presiden tadi menekankan apa sumbangan kita untuk dunia juga, karena eh malaria tidak hanya di Indonesia, tapi vaksinnya di dunia tidak ada. Nah, oleh karena itu kita bisa memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat di dunia,” kata dia.
(NIA DEVIYANA)