Prabowo menegaskan, apabila nantinya dilakukan reshuffle kabinet, keputusan tersebut akan didasarkan pada hasil evaluasi.
Menurutnya, pergantian menteri dapat dilakukan apabila terdapat menteri yang dinilai tidak cocok dengan posisi yang ditempatinya maupun memiliki persoalan dalam menjalankan tugas.
"Jadi, kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita," kata Prabowo.
"Organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi, dan kalau ada yang mungkin dia enggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu untuk mengganti orang yang benar. atau dia sendiri yang ada masalah ya kita enggak bisa hindari kan," lanjutnya.
(Nur Ichsan Yuniarto)