sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pidato di PBB, Trump Sebut AS dan Iran Capai Kesepakatan setelah Pemilu Paruh Waktu

News editor Febrina Ratna Iskana
23/09/2026 07:26 WIB
Trump mengatakan bahwa Washington dan Teheran akan mencapai kesepakatan setelah pemilihan paruh waktu AS yang akan datang pada November.
Pidato di PBB, Trump Sebut AS dan Iran Capai Kesepakatan setelah Pemilu Paruh Waktu. (Foto: AP Photo)
Pidato di PBB, Trump Sebut AS dan Iran Capai Kesepakatan setelah Pemilu Paruh Waktu. (Foto: AP Photo)

IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (22/9/2026) mengatakan bahwa Washington dan Teheran akan mencapai kesepakatan setelah pemilihan paruh waktu AS yang akan datang pada November.

Ia menambahkan bahwa Iran sedang menunggu untuk melihat bagaimana kinerjanya, namun ia menegaskan bahwa ia "sama sekali tidak mempedulikan" hasil jajak pendapat terkait konflik yang sedang berlangsung dengan negara tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah kebuntuan antara AS dan Iran terkait kendali atas Selat Hormuz. Eskalasi serangan militer antara kedua belah pihak tampaknya telah mereda kembali, meskipun ketegangan tetap tinggi di tengah blokade angkatan laut Amerika yang masih berlangsung terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta ancaman terhadap pelayaran komersial dari Korps Garda Revolusi Islam. Secara terpisah, AS juga telah meningkatkan perang ekonomi terhadap Iran.

"Saya harus mengambil keputusan besar. Akankah kesepakatan dibuat dengan Iran yang memungkinkan mereka bangkit kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih hebat daripada sebelumnya? Atau haruskah saya menghancurkan Republik Islam itu dan melakukannya dengan cepat. Haruskah saya mencampakkan mereka ke neraka tanpa peluang untuk bertahan hidup dan tanpa harapan akan kejayaan masa depan atau kelangsungan generasi mereka?" ujar Trump dalam pidatonya di Sidang Umum PBB seperti dikutip dari Investing.com, Rabu (23/9/2026).

"Namun, saya yakin kita akan mencapai kesepakatan tepat setelah pemilihan umum karena tidak masuk akal bagi mereka untuk tidak melakukannya. Mereka sedang menunggu untuk melihat bagaimana hasil saya dalam pemilihan paruh waktu. Yang tidak mereka sadari adalah bahwa saya tidak sedang mencalonkan diri. Saya sudah melakukannya dan menang telak. Dan saya akan tetap menjabat selama dua setengah tahun ke depan," tambahnya.

Lebih lanjut, Trump mengatkaan bahwa dirinya tidak peduli sama sekali dengan hasil pemilu dalam kaitannya dengan Iran. “Hal itu bahkan tidak terlintas di benak saya. Satu-satunya hal yang menjadi perhatian saya adalah bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," tuturnya.

Selain itu, Trump menyerukan kepada negara-negara lain untuk mendukung AS dalam upayanya mengisolasi Iran secara ekonomi hingga Teheran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial dan meninggalkan ambisi nuklirnya.

"Jika kita bersatu, kita akan segera melihat dunia yang bebas dari ancaman teror Iran yang telah berlangsung selama 51 tahun terakhir, dan harga minyak akan anjlok hingga ke tingkat yang lebih rendah dibandingkan saat konflik ini bermula," ujarnya.

Trump juga membahas berbagai topik lain yang sering ia singgung dalam pernyataan publik sebelumnya, termasuk klaim bahwa AS adalah "negara paling hebat di dunia," pernyataan untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina, serta komitmen untuk melanjutkan pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, Trump mengatakan bahwa kesepakatan yang telah ia umumkan dengan Denmark terkait Greenland pada Jumat lalu akan ditandatangani pada Selasa.

"Kami akan segera memulai proses pengembangan fasilitas militer berskala besar di lokasi-lokasi yang tepat di Greenland,” ujar Presiden AS tersebut, seraya menambahkan bahwa Washington akan "membangun dua pangkalan militer yang sangat besar."

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement