Sementara itu, sepanjang periode 2025, perdagangan kedua negara mencapai USD530,2 juta dengan ekspor Indonesia sebesar USD476,7 juta dan impor USD53,5 juta. Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD423,1 juta atau sekitar Rp7,51 triliun.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke Sri Lanka antara lain adalah kopra, kendaraan bermotor, produk besi atau baja, produk olahan lemak, serta tembakau. Sementara impor dari Sri Lanka didominasi oleh kain rajutan, produk minyak bumi, mesin pengolah tembakau, dan produk ban.
(Kidung Dhia)