Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa persaingan kekuatan global, perebutan hegemoni teknologi, hingga pergeseran arah perdagangan internasional kian mempersempit ruang gerak negara-negara yang tidak siap mengantisipasinya.
Di kawasan Asia Tenggara, Dasco menyebut daya tahan ASEAN tengah diuji oleh berbagai dinamika, mulai dari sengketa Laut China Selatan, keamanan pelayaran, kejahatan lintas batas, hingga ancaman siber.
Tak hanya ancaman fisik, stabilitas bangsa juga diintai oleh ancaman nirsenjata. "Perang proksi, disinformasi, dan tekanan ekonomi yang dapat menggerus persatuan tanpa satu tembakan pun dilepaskan," kata dia.
Dari dalam negeri, ia juga mengingatkan keterkaitan antara keselamatan rakyat dan pertahanan negara yang kini bersinggungan langsung dengan faktor lingkungan hidup. Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), polusi asap lintas batas, banjir, cuaca ekstrem, hingga potensi krisis pangan menuntut respons kesiapsiagaan yang solid.
Menghadapi kompleksitas masalah tersebut, Dasco mengingatkan tentang pentingnya persatuan nasional.