Dia menyebut pernyataannya bukan untuk menyalahkan penyusunan RAB. Menurut Maruli, penyusunan RAB tetap membutuhkan prosedur tersendiri.
“Kita tidak menyalahkan RAB ya, karena RAB perlu prosedur untuk mendapatkan, perlu dia briefing dulu, perlu dia apalah segala macam, ya. Kalau review, kita tetap jalankan kan, lanjutkan,” ujarnya.
Maruli mengatakan, pembangunan jembatan menjadi salah satu program TNI AD untuk membantu membuka akses masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Dia mencontohkan kebutuhan jembatan yang semakin terlihat ketika bencana menyebabkan sejumlah wilayah terisolasi dan menyulitkan pengiriman logistik.
Dalam paparannya, Maruli menyebut TNI AD sedang mengerjakan 4.477 jembatan dan menargetkan penyelesaian 5.000 jembatan pada 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.828 jembatan disebut telah selesai.
Maruli juga menjelaskan bahwa jenis jembatan yang dibangun menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Dia menyebut jembatan beton dapat dipilih apabila memungkinkan, sedangkan jembatan perintis atau gantung digunakan ketika pembangunan jembatan beton membutuhkan biaya terlalu besar.